Pengaruh Obesitas pada Kinerja Otak


Obesitas, atau kelebihan berat badan, tidak begitu bermasalah jika hanya kelebihan beberapa kilogram. Kondisi kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko penyakit kanker, diabetes dan juga jantung. Penelitian belakangan ini menunjukkan bahwa obesitas dapat juga menyebabkan permasalahan lain seperti daya ingat, daya pikir dan juga daya analisis yang melemah. Berita bagusnya, tim penelitian internasional melaporkan bahwa, permasalahan tersebut dapat diperbaiki, sejalan dengan berkurangnya berat badan.

Penelitian terdahulu menunjukkan hubungan antara penyakit akibat kelebihan berat badan dengan permasalahan kognitif. Kognitif berasal dari kata kognisi, yang mengacu pada proses otak dalam mengumpulkan, menganalisa dan menggunakan informasi. Dalam penelitian terdahulu, orang-orang dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi – penyakit yang erat berhubungan dengan obesitas – memiliki daya ingat, daya pikir dan daya analisa yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki berat badan normal.

 

Ukurlah indeks berat badan anda. Institusi Kesehatan Nasional menggunakan indeks berat badan (BMI) untuk mendefinisikan apakah seseorang kelebihan berat badan atau tidak. Manusia dengan berat badan yang sehat, bagian paling kiri berwarna ungu, memiliki BMI berkisar antara 18.5 hingga 24.9.Ukurlah indeks berat badan anda. Institusi Kesehatan Nasional menggunakan indeks berat badan (BMI) untuk mendefinisikan apakah seseorang kelebihan berat badan atau tidak. Manusia dengan berat badan yang sehat, bagian paling kiri berwarna ungu, memiliki BMI berkisar antara 18.5 hingga 24.9.

Para ahli kesehatan menjabarkan obesitas berdasarkan skala yang dinamakan sebagai indeks berat badan (BMI) – ini adalah kalkulasi matematika yang menggunakan ukuran tinggi badan dan berat badan. Untuk mengetahui BMI anda, masuklah ke “Kalkulasi BMI anda”. Jika seseorang memiliki BMI di atas 30, maka orang tersebut dikategorikan sebagai obesitas.

Untuk penelitian baru, para ilmuwan ingin mengetahui jika obesitas dapat menghasilkan nilai yang lebih rendah pada test kognitif. Para peneliti membuat penelitian dengan melibatkan 150 sukarela yang memiliki kelebihan berat badan. Penelitian tersebut diketuai oleh John Gunstad, seorang psikolog dari Kent State University di Ohio, yang meneliti bagaimana penyakit mempengaruhi kemampuan berpikir.

Gunstad dan koleganya meminta kepada 150 orang obesitas tersebut untuk mengambil test kognitif. Para peneliti kemudian membandingkan hasil test tersebut dengan hasil test orang sehat. Para peneliti menemukan bahwa, secara umumnya, para sukarelawan dengan obesitas, hasil testnya akan lebih rendah dibandingkan dengan orang sehat. Pada beberapa test, termasuk test daya ingat, hampir 1 dari 4 orang obesitas mendapat skor yang sangat rendah sehingga dapat dikategorikan dalam “tidak mampu untuk belajar” atau “cacat.”

Setelah test awal, 109 partisipan tersebut melakukan sejenis operasi untuk membantu menurunkan berat badan. Dua belas minggu setelah prosedur dilakukan, partisipan tersebut kehilangan berat badan sekitar 25 kilogram per orang. Gunstad dan koleganya kemudian memberikan test lagi kepada mereka dan menemukan bahwa partisipan yang kehilangan berat badan akan mendapatkan skor yang lebih tinggi pada test daya ingatan.

Hal ini tidak terjadi pada para partisipan yang tidak kehilangan berat badan, baik melalui operasi maupun cara lainnya. Partisipan tersebut malah mendapatkan skor yang lebih buruk lagi di test berikutnya.

“Hasil ini sedikit mengejutkan,” kata Gunstad kepada Science News.

 

Pengaruh obesitas pada otak. Kumpulan serabut saraf di otak dilindungi oleh material penyekat putih. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa obesitas dapat merusak material ini, berkemungkinan mempersulit sinyal untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya di otak.Pengaruh obesitas pada otak. Kumpulan serabut saraf di otak dilindungi oleh material penyekat putih. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa obesitas dapat merusak material ini, berkemungkinan mempersulit sinyal untuk pindah dari satu tempat ke tempat lainnya di otak.

Di penelitian lainnya, para peneliti menyelidiki kemungkinan adanya koneksi antara obesitas dan fungsi otak. Para ilmuwan menggunakan alat yang dinamakan pencitraan resonansi magnetic (Magnetics Resonance Imaging/MRI) untuk melihat ke dalam otak manusia. MRI, yang menggunakan medan megnet dan gelombang radio, memproduksi gambar tiga dimensi dari organ dalam.

Gunstad dan koleganya menggunakan MRI untuk mempelajari kumpulan saraf yang mengalirkan informasi ke otak. Substansi putih dan berlemak, mengelilingi dan melindungi kumpulan saraf ini. Gunstad dan koleganya menemukan adanya kerusakan di lapisan luar pelindung pada orang orang yang mengalami obesitas.

“Ini bukan seperti sebuah kabel yang dipotong,” kata Gunstad kepada Science News, tetapi kerusakan dapat menjadi sebuah masalah bagi sinyal yang mencoba untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya pada otak.

Mark Bastin, seorang ahli gambar otak di University of Edinburgh, Rumah Sakit Umum Western di Inggris, mengatakan kepada Science News bahwa hasil penelitian MRI Gunstad sangat menarik dan menyeluruh. Tetapi dia mencatat bahwa penelitian Gunstad memiliki lingkup yang kecil, hasilnya dapat dijadikan sebagai patokan untuk langkah awal dalam penelitian ilmiah berskala besar.

Di dalam otak, obesitas dapat merusak saluran saraf. Dalam lingkup yang lebih besar, obesitas mempengaruhi daya pikir, daya ingat dan juga daya analisa. Dalam lingkup menyeluruh, obesitas memiliki dampak yang sangat jelek bagi pikiran dan tubuh seseorang. Satu dari tiga orang penduduk di Amerika, atau 72 juta penduduk di Negara Amerika, mengalami obesitas, dan memiliki resiko tinggi terhadap penyakit jantung, kanker dan diabetes, sebagaimana juga permasalahan kognitif.

“Sejak lama, dokter telah mengetahui bahwa kelebihan berat badan sangat buruk bagi tubuh anda,” kata Gunstad. “Obesitas dapat merusak jantung dan menyebabkan kesulitan bernafas. Sekarang penelitian lanjutan, menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dapat juga merusak otak, paling utamanya adalah bagian otak anda yang penting untuk mengingat dan mempelajari hal hal baru. Hal ini akan menyebabkan anda kesulitan untuk melakukan yang terbaik dan mendapatkan nilai bagus di sekolah.”

Beberapa tahun belakangan ini, jumlah anak-anak dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan melonjak drastic. “Jika pola ini terus berkelanjutan.” Kata Gunstad,”ini akan menyebabkan banyaknya orang yang mengalami resiko kerusakan otak dan mengalami masalah pada pekerjaan dan sekolah,” Hal ini yang menyebabkan Gunstad memberikan rekomendasi bagi anak anak untuk melindungi otak mereka dengan mempertahankan berat badan yang sehat, berkonsutaltasi pada orang tua dan guru mengenai makanan sehat, dan berolahraga secara teratur. Selain itu, para ilmuwan juga berargumentasi bahwa “Tubuh yang sehat akan menghasilkan otak yang sehat.”

Daftar istilah:

Obesitas = Kelebihan berat badan, dengan BMI di atas 30

BMI = Body Mass Indeks, atau Indeks berat badan. Sebuah indikator apakah seseorang kelebihan atau kekurangan berat badan.

MRI = Magnetic Resonance Imaging, atau Pencitraan resonansi magnetik. Sebuah metode yang mengunakan medan magnet kuat dan gelombang radio untuk memunculkan gambar tiga dimensi dari organ dalam tubuh.

Epidemik = Penyebaran penyakit yang meluas

Medan magnet = Ruangan disekeliling magnet dimana gaya magnet dapat dideteksi dan diukur.

Gelombang radio = Gelombang elektromagnetics yang berada dalam batasan frekuensi radio.

Saraf = Jaringan berwarna keputih putihan atau kumpulan serat yang membawa signal ke otak atau sumsum tulang belakang, atau dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot dan organ tubuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: